Contoh Surat Tembusan kepada Kepala Dinas




Di dalam menulis surat yang bersifat kedinasan, umumnya terdapat aturan baku yang harus dipenuhi. Aturan tersebut mulai dari penulisan kop surat, format surat, hingga tata bahasa dalam surat. Salah satu hal yang juga perlu diperhatikan dalam aturan penulisan surat dinas ini adalah penulisan tembusan. Surat dinas pada umumnya selalu dibubuhi dengan tembusan surat. Tembusan surat terletak di bagian bawah surat, yang fungsinya untuk memberitahukan bahwa agar salinan surat tersebut disampaikan juga kepada pihak lain.

Surat tembusan adalah salah satu bagian yang ada di dalam surat dinas ataupun sebuah instansi pemerintahan. Surat tembusan atau biasa yang di sebut dengan istilah tindasan atau c.c (carbon copy), Akan tetapi kebanyakan badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa tidak menggunakan pemakaian kedua istilah tersebut. Tembusan berfungsi untuk memberitahukan kepada pembaca bahwa surat tersebut dikirimkan juga kepada pihak lain yang perlu mengetahui isi surat tersebut. Kata tembusan diikuti tanda baca titik dua tanpa digarisbawahi dan tidak perlu menggunakan kata kepada Yth, disampaikan kepada Yth, dan tidak perlu menambah kata sebagai laporan atau arsip.

Tembusan surat ini secara umum ada tiga macam. Jenis tembusan tersebut yaitu sebagai berikut.

Tembusan yang objeknya hanya satu, yaitu merupakan tembusan dengan objek yang hanya terdapat satu pihak saja ini artinya surat tersebut diperuntukkan kepada satu orang atau satu kelompok organisasi atau satu perusahaan tertentu saja.
Tembusan yang objeknya lebih dari satu, yaitu merupakan tembusan yang objeknya lebih dari satu ini ditujukan kepada beberapa orang atau kelompok organisasi atau beberapa perusahaan sekaligus.
Tembusan buta, yaitu merupakan maksudnya adalah bahwa salinan surat tersebut juga disampaikan kepada pihak ketiga yang tidak diketahui oleh pihak penerima surat tersebut. Tembusan buta ini bersifat rahasia. Biasanya, contoh surat yang menggunakan tembusan buta ini seperti surat tagihan dari kreditor kepada debitor. Dalam surat seperti ini, BCC- nya atau tembusannya diberikan juga kepada bank yang telah mengeluarkan referensi atau direktur di tempat si debitor tersebut bekerja. Cara membuat surat tembusan buta ini, diawali dengan mengetik surat biasa yang tanpa tembusan. Artinya, surat awal dibuat seolah –olah tanpa ada tembusan. Kemudian setelah selesai, surat tersebut diperbanyak sesuai dengan kebutuhan atau jumlah penerima tembusan. Kemudian, pada salinan surat atau duplikat surat tersebut, ditambahkan tembusan pada bagian bawah, sama seperti tata cara menulis tembusan pada umumnya. Penulisannya, diketik notasi tembusan buta atau dapat juga dengan notasi BCC atau (Blind Carbon Copy).
Untuk lebih jelasnya, berikut ini merupakan beberapa contoh surat tembusan yang resmi.

DOWNLOAD ]

Subscribe to receive free email updates: